Sabtu, 10 Maret 2012

MISTERI SIMBOL CANDI BOROBUDUR

sofi




Candi Borobudur adalah candi kuno peninggalan agama Budha pada masa Dynasti Syailendra,yang diarsiteki oleh GUNDHADHARMA dan dibangun sebagai tempat semedi,atau untuk mengheningkan cipta.

Nama Borobudur
dari kata Boro dan Budur, Boro berarti kuil atau candi, dari bahasa sansekerta "Byara".Sedangkan Budur mengigatkan kita pada bahasa bali yaitu "Beduhur" berarti di atas bukit.

Minggu, 26 Februari 2012

PAMOR KERIS



Pamor keris adalah didapat dari pecahan-pecahan batu bintang.Yang kita kenal dengan batu meteor,

Pada waktu malam hari pernah kita melihat bintang jatuh, atau lintang ngaleh.ternyata sebenarnya itu adalah meteor yang oleh nenek monyang kita hasil pecahan atau sisa-sisa batu tersebut di buat menjadi senjata pusaka.Dan benda tersebut kalau jatuh ke tanah masih sebesar genggaman tangan,bersinar mengeluarkan suara keras,mungkin malah menggelegar yang ternyata mengandung racun.Jadi jangan heran siapa saja yang kena tusukan atau goresan keris banyak yang tumbang,ini karena efek racun yang mematikan tadi.

Baja tapi bukan baja,besi tapi bukan besi. Namun mempunyai kekuatan elastisitas yang luar biasa. istilah PAMOR ialah corak atau motif di tubuh keris yang memberikan efek estetis sekaligus mistis pada senjata tersebut.

Ada cerita sepintas pembuatan pamor ini harus melalui penggodogkan,sehingga setelah mencair dioleskan di wilahan atau tubuh keris.seorang empu dalam mengetrapkan cairan pamor ke tubuh keris ada kalanya dengan menggunakan serabut kelapa.dan ternyata meraka juga menerapkan hukum-hukum ilmu kimia dalam hal memasukan energi ke dalam keris,sehingga keris bisa lebih mempunyai daya tuah yang lebih.

Minggu, 18 September 2011

ARTI WARNA

Pastilah hampir semua orang mempunyai salah satu jenis warna yang sangat disukai dari sekian banyak warna yang ada atau yang biasa disebut dengan warna favorit. Nah, dari situ kita bisa lihat watak kamu berdasarkan warna favorit kamu.

Warna Biru
Jika kamu menyukai warna biru, maka kamu termasuk dalam tipe pemurung, selalu menyenangkan dan selalu bertindak pasif dalam segala hal. Mendambakan ketenangan dan ketentraman. Kamu selalu mendapat kesulitan dalam pergaulan. Demikian pula dalam bercinta karena kamu pintar dalam menyembunyikan perasaan.

Senin, 02 November 2009

AFFANDI SANG MAESTRO



dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907, putra dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug, Cirebon. Dari segi pendidikan, ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Bagi orang-orang segenerasinya, memperoleh pendidikan HIS, MULO, dan selanjutnya tamat dari AMS, termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri. Namun, bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya, dan memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya.

Semasa hidupnya, ia telah menghasilkan lebih dari 2.000 karya lukis. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia, baik di Asia, Eropa, Amerika maupun Australia selalu memukau pecinta seni lukis dunia. Pelukis yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974 ini dalam mengerjakan lukisannya, lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya, bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu.

Rabu, 07 Oktober 2009

Basuki Abdullah (1915 - 1993)

Basuki Abdullah (1915 - 1993)



Melukis 300 Potret Diri

Kegemaran melukis dimulai Basuki sejak usia enam tahun. Suatu kali pria kelahiran Sriwedari, Solo, 27 Januari 1915, ini terbaring sakit, iseng menyontek lukisan Yesus Kristus. Sembari melukis, ia merasakan sakitnya berangsur sembuh. Lantas Basuki beralih dari muslim menjadi nasrani (Katolik).


Pada usia 34 tahun (1949), Basuki mengikuti lomba lukis potret diri Ratu Belanda Juliana. Lomba itu diikuti 81 pelukis dari berbagai penjuru dunia. Tetapi yang mampu menyelesaikan potret Ratu tepat waktu hanya 21 pelukis, termasuk Basuki. Ia bahkan tampil sebagai juara. Sejak itu, Basuki laris sebagai pelukis potret diri.

Basuki mengenal ayahnya, pelukis R. Abdullah Surjosubroto, hanya setelah berusia 15 tahun. Suatu kali, anak kedua dari lima bersaudara ini, menggambar seekor singa yang sedang menerkam. ''Masa melukis macan ketawa,'' canda sang ayah, putra tokoh pergerakan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Basuki merasa sakit hati dan terpecut oleh komentar sinis sang ayah.